rockstars
 rockstars

rockstars

awaiting
 awaiting

awaiting

firstly
firstly

firstly

deads
deads

deads

contention
contention

contention

containment
containment

containment

greatness
greatness

greatness

present
present

present

dead
dead

dead

container
container

container

🔥 | Latest

rockstar gaming: DARK SIDE OF DIMENSION and theFt aut Meski populer Namun 5 Game Ini Justru Dilarang Beredar 1. Grand Theft Auto (Australia) Grand Theft Auto atau biasa disingkat GTA menjadi game yang cukup populer dikalangan anak remaja. Saking populernya hampir setiap anak laki-laki pernah memainkan game pabrikan Rockstar Games tersebut. Sayangnya inti dari game GTA ini sebenarnya sangat buruk. Pengguna diajarkan bagaimana cara merampok, mencuri, membunuh, bahkan memperkosa. Australia menjadi negara yang menyadari keburukan GTA. Mereka telah melarang permainan ini. 2. Mortal Kombat (Brazil dan Jerman) Sebenarnya sudah sejak lama Mortal Kombat menuai kontroversi. Bahkan Brazil dan Jerman sampai melarang masyarakatnya memainkan game tersebut. Alasannya karena di dalam game Mortal Combat terlalu banyak menampilkan adegan darah yang berlebihan. 3. Pokemon (Arab Saudi) Setelah meraih kesuksesan lewat manga dan animenya, Pokemon kemudian melanjutkan kiprahnya dengan merilis sebuah game. Sayangnya permainan tersebut dilarang di Arab Saudi. Pemerintah disana menganggap kalau permainan kartu ini cenderung seperti judi. Di tahun 2001, semua produk yang berkaitan dengan pokemon dilarang di negara ini. Konon produk Pokemon menampilkan gambar salib dan tulisan “The Star of David” yang notabene merupakan lambang dari negara Israel. 4. Call of Duty (Rusia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuba) Bermain game bergenre peperangan memang sangat mengasyikkan. Pengguna diajak ke zaman dimana dunia sedang berperang. Call of Duty menjadi game dengan genre perang paling populer di dunia. Meski begitu permainan ini justru dicekal di beberapa negara, seperti Rusia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuba. Penyebabnya karena seri Call of Duty mengambil setting dari suatu negara yang pernah terlibat konflik. Parahnya lagi dalam game tersebut ada beberapa sejarah yang diubah. Menariknya, kontroversi tersebut justru membuat seri-seri Call of Duty semakin laris dipasaran. 5. Football Manager 2005 (China) Pada seri Football Manager 2005, perusahaan tersebut memasukkan Tibet dan Taiwan terpisah dengan China. Padahal kedua negara tersebut masih menjadi wilayah kekuasaan China. Inilah yang membuat China melarang game ini. Sumber: www.bacatulisan.com
 rockstar gaming: DARK SIDE
 OF DIMENSION
 and
 theFt
 aut
 Meski populer
 Namun 5 Game Ini
 Justru Dilarang
 Beredar
1. Grand Theft Auto (Australia) Grand Theft Auto atau biasa disingkat GTA menjadi game yang cukup populer dikalangan anak remaja. Saking populernya hampir setiap anak laki-laki pernah memainkan game pabrikan Rockstar Games tersebut. Sayangnya inti dari game GTA ini sebenarnya sangat buruk. Pengguna diajarkan bagaimana cara merampok, mencuri, membunuh, bahkan memperkosa. Australia menjadi negara yang menyadari keburukan GTA. Mereka telah melarang permainan ini. 2. Mortal Kombat (Brazil dan Jerman) Sebenarnya sudah sejak lama Mortal Kombat menuai kontroversi. Bahkan Brazil dan Jerman sampai melarang masyarakatnya memainkan game tersebut. Alasannya karena di dalam game Mortal Combat terlalu banyak menampilkan adegan darah yang berlebihan. 3. Pokemon (Arab Saudi) Setelah meraih kesuksesan lewat manga dan animenya, Pokemon kemudian melanjutkan kiprahnya dengan merilis sebuah game. Sayangnya permainan tersebut dilarang di Arab Saudi. Pemerintah disana menganggap kalau permainan kartu ini cenderung seperti judi. Di tahun 2001, semua produk yang berkaitan dengan pokemon dilarang di negara ini. Konon produk Pokemon menampilkan gambar salib dan tulisan “The Star of David” yang notabene merupakan lambang dari negara Israel. 4. Call of Duty (Rusia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuba) Bermain game bergenre peperangan memang sangat mengasyikkan. Pengguna diajak ke zaman dimana dunia sedang berperang. Call of Duty menjadi game dengan genre perang paling populer di dunia. Meski begitu permainan ini justru dicekal di beberapa negara, seperti Rusia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuba. Penyebabnya karena seri Call of Duty mengambil setting dari suatu negara yang pernah terlibat konflik. Parahnya lagi dalam game tersebut ada beberapa sejarah yang diubah. Menariknya, kontroversi tersebut justru membuat seri-seri Call of Duty semakin laris dipasaran. 5. Football Manager 2005 (China) Pada seri Football Manager 2005, perusahaan tersebut memasukkan Tibet dan Taiwan terpisah dengan China. Padahal kedua negara tersebut masih menjadi wilayah kekuasaan China. Inilah yang membuat China melarang game ini. Sumber: www.bacatulisan.com

1. Grand Theft Auto (Australia) Grand Theft Auto atau biasa disingkat GTA menjadi game yang cukup populer dikalangan anak remaja. Saking...